Iklan doni 2

Hidupkan Kembali Ulu-Ulu, Kearifan Lokal Untuk Swasembada Pangan

Hidupkan Kembali Ulu-Ulu, Kearifan Lokal Untuk Swasembada Pangan -Radar Utara / Benny Siswanto-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Debit air yang menyusut, irigasi rusak adalah persoalan nyata yang harus disikapi secara teknis dan arif pemerintah dalam suksesi swasembada pangan. Hidupkan kembali petugas ulu-ulu!

Ulu ulu adalah seorang petugas pengairan yang terlibat sangat erat dan dekat dengan petani zaman dulu. Dalam kondisi air yang masih melimpah ruah. Seorang petugas yang mengurusi distribusi air pada kawasan pertanian itu, memainkan perannya agar seluruh areal sawah teraliri air. 

Bagaimana dengan fakta penurunan debit air saat ini yang dihadapkan dengan lintas persoalan yang terjadi serta proyeksi swasembada pangan yang menjadi program strategis? apakah ulu ulu perlu dihidupkan?

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Bengkulu Utara, Abdul Hadi, S.Pt, MM, tak menampik pentingnya kearifan lokal, seperti ulu ulu kembali dihidupkan kembali untuk memberikan andil positif, khususnya dalam distribusi air irigasi agar mengalir ke persawahan secara baik dan bijak. 

BACA JUGA:Akselerasi PAT, Mukomuko Wujudkan Program Swasembada Pangan

BACA JUGA:Komisi II DPRD Bengkulu Utara Apresiasi Program Swasembada Pangan TNI/Polri di Daerah

Pantauan Radar Utara Baca Koran, persoalan sosial laten di kalangan petani padi yakni rebutan air, masih terjadi dan kian saja sengit, di tengah debit air yang kian pailit, lantaran rusaknya daerah resapan air yakni kawasan hutan yang terus dibabat menjadi perkebunan. 

"Ulu ulu adalah sebuah kearifan lokal. Tentu ada bentuk kearifan lokal lainnya yang kami pandang, sangat ideal untuk kembali dihidupkan, agar kian menggeliatkan sektor pertanian yang saat ini kian menjadi perhatian pemerintah, seperti kepastian harga jual gabah yang membuat petani sumringah," kata Abdul Hadi, di ruang kerjanya, belum lama ini. 

Akses irigasi tak mumpuni, menjadi fakta saat ini. Selain, penetapan titik proyek pengerjaan irigasi di daerah-daerah juga perlu dievaluasi dan dipantau ketat pemerintahan Prabowo. 

Sudah menjadi rahasia umum, lokus proyek irigasi sebatas menjamah akses-akses yang memudahkan pengerjaannya. Praktik ini menyebabkan, kerusakan jaringan irigasi yang jauh, lambat ditangani. Bahkan, tidak ada penanganan sama sekali.

BACA JUGA:Launching Program Pekarangan Pangan Lestari, Dukung Asta Cita Presiden, Wujudkan Swasembada Pangan

BACA JUGA:Dukung Swasembada Pangan Nasional, Polda Bengkulu Targetkan 1 Hektar Jagung Per Desa

Arsip warta RU lainnya, pernah melansir Kementerian Pertanian @kementerianpertanian, mengabarkan program pompanisasi, alih-alih menyikapi kondisi irigasi yang tak mumpuni lagi. Langkah ini untuk menopang kebutuhan areal sawah pada sebuah hamparan. Tapi di kawasan itu memiliki sumber air baku yang belum terhubung. 

"Silakan hubungi kotak 0852 1121 8544," terang @kementerianpertanian, menuliskan di laman medsosnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan