Iklan doni 2

Kawasan Ekonomi Khusus Masih Menarik Bagi Investor Strategis

Foto udara suasana salah satu lokasi industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025). Pemerintah menargetkan nilai investasi di KEK Industropolis Batang sebesar Rp75,8 triliun dalam lima tahu-(ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Situasi tantangan ekonomi global masih diliputi ketidakpastian akibat konflik dan perang dagang. Dampaknya ekonomi dunia melambat dan sejumlah harga komoditas menurun.

Sebab itu, pemerintah menerapkan strategi agar stabilitas moneter dan laju ekonomi domestik selalu terjaga dengan sejumlah bauran kebijakan.

Salah satu upaya dilakukan pemerintah, yakni melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memiliki peran krusial dalam menarik investasi dan meningkatkan daya saing industri nasional.

KEK diharapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Indonesia sekaligus mendorong transformasi ekonomi nasional berbasis hilirisasi dan industrialisasi.

BACA JUGA:Global Bond BNI Oversubscribe 6,4 Kali, Bukti Kepercayaan Investor Tinggi

BACA JUGA:Tarik Minat Investor Migas, Kementerian ESDM Tingkatkan Kebijakan

Pengembangan KEK pada umumnya di wilayah barat Indonesia seperti Sumatra, Jawa Barat, dan Banten. Kini pemerintah menggarap Jawa Tengah sebagai tujuan invetasi untuk KEK.

Salah satunya, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Jawa Tengah juga menjadi kawasan yang ditetapkan sebagai KEK dengan nama KEK Industropolis Batang. Penetapan tersebut ditujukan untuk turut mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi strategis baik dari dalam maupun luar negeri.

Beroperasi di lahan seluas 2.887 hektare (ha), KEK Industropolis Batang didesain sebagai kawasan industri modern yang memiliki ekosistem terintegrasi, mulai dari industri manufaktur, logistik hingga zona komersial dan residensial.

Ketika meresmikan KEK Industropolis Batang, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh kementerian, lembaga, serta pihak terkait yang telah mengawal pembangunan KEK Industropolis Batang hingga tahap peresmian.

BACA JUGA:Kawasan Ekonomi Khusus Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

BACA JUGA:Fundamental Perekonomian Nasional Tetap Kokoh Hadapi Ketidakpastian Global

“Hari ini Indonesia memiliki kawasan yang kita harapkan bisa jadi Shenzhen-nya Indonesia, insyaallah,” ujar Presiden Prabowo di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025).

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan KEK Batang sejalan dengan visi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga. Hal tersebut dilakukan melalui pengembangan kawasan industri modern yang mampu menarik investasi besar dan membuka lapangan kerja.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan