Iklan doni 2

Bebas Cukai, Talas Cuan dari Kalangan Ahli Hisap

Bebas Cukai, Talas Cuan dari Kalangan Ahli Hisap-Radar Utara/Benny Siswanto-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Melangitnya harga produk kalangan ahli hisap yang menjadi objek cukai  pemerintah, turut mempengaruhi munculnya produk substitusi pengganti tembakau. 

Salah satunya, daun talas. Walaupun, tidak semua talas bisa jadikan gulungan ragam ukuran. Talas beneng, salah satu varian yang sudah menjadi bahan baku olahan. 

Politisi PDIP, Adian Bonar Napitupulu, mengungkap potensi ekonomi di sektor pertanian ini. Menurut Adian, daun talas saat ini sudah menjadi komoditi subtitusi alias pengganti tembakau. 

Banyak hal yang disampaikan Adian, sehingga daun talas yang kini telah menjadi rokok daun talas ini menjadi pilihan. 

BACA JUGA:Dampak Kenaikan Tarif Cukai Rokok Tahun 2025, Benarkah Bisa Mengurai Efek pada Ekonomi dan Kesehatan?

BACA JUGA:Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 275.000 Benih Lobster Tujuan Malaysia

Walaupun, dia juga menyeru perlunya penelitian lebih lanjut tentang komoditas hasil pertanian yang di beberapa negara seperti Amerika, contohnya, sudah menjadi produk cigaret pilihan masyarakat.

"Rokok daun talas ini tidak ada kandungan nikotinnya...," ungkap Adian, lewat postingan Instagram @harristurino, anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan.

"Rasanya juga hampir sama dengan rokok lainnya," sambung Adian lagi, menarasikan produk kemasan bernama KEN0S rasa menthol itu. 

Paparan Adian itu sempat disela Haris, sehingga menghentikan paparan Adian soal produk khas berbungkus itu. Haris bertanya "...jadi ga bayar cukai dong ya?" sahut Turino, bertanya yang langsung direspon cerdas Adian.

BACA JUGA:Pendapatan Negara Dari Cukai Hasil Tembakau Anjlok, Apa Penyebabnya?

BACA JUGA:Pikiran Liar Soal Cukai Produk Sampah Sachet

"Kita belum ada cukai talas. Yang ada itu cukai tembakau," responya langsung, menjawab yang dilanjut paparan produk dengan kemasan warna putih berpadu hijau khas produk yang rasa menthol.

Tapi yang terpenting dari tumbuhan ini adalah potensi talas Indonesia ini gede banget. Negara harus hadir dan terlibat, untuk untuk kemudian mengelola ini menjadi sumber daya baru, pemasukan baru bagi negara.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan