Wajahmu Berbeda

Sabtu 15 Feb 2025 - 18:30 WIB
Reporter : redaksi
Editor : Ependi

Ardina berdiri, matanya mengerling, dan sesudahnya dia pergi dengan iringan pamit. Sebuah kertas yang berisi puisi ditinggalkannya. Sepertinya memahami apa yang tengah aku galaukan saat ini.

Siaga Untuk Memanusia

Mengudarakan semerbak cinta adalah kerja dari tanah yang merindukan janji hujan,

Kenyataannya langit belum mengutusnya juga ke bumi untuk menemui.

Meranggasnya tetumbuhan, mengeluhnya bibir binatang dan insan, juga surutnya sekaligus mendidih lautan merupakan sebuah pertanda.

Berakhirkah dunia, berhentikah takdir manusia dan segenap makhluk?

Kefanaan, kehancuran, kematian, dan ketiadaan, itulah kita,

Sekianlah literatur ritus menyabdakan.

BACA JUGA:Maksum Najibut

BACA JUGA:Tanah Kuburan Mbah Bendera

Dedaunan, jatuh.

Pelan, pasti.

Angin, berbisik.

Matahari, termenung.

Gemawan, mengawang.

BACA JUGA:Sekuntum Mawar dengan Tangkai yang Patah

BACA JUGA:Negeri Jenggala

Kategori :

Terkait

Sabtu 13 Dec 2025 - 18:07 WIB

Lukisan Merah

Sabtu 02 Aug 2025 - 19:16 WIB

Kunang-kunang di Matamu

Sabtu 02 Aug 2025 - 19:05 WIB

The Emerald Code

Sabtu 26 Jul 2025 - 19:56 WIB

Tuangan Teh Terakhir

Sabtu 26 Jul 2025 - 19:49 WIB

DOTI LAMAIKA