Negeri Jenggala

Sabtu 01 Feb 2025 - 20:16 WIB
Reporter : redaksi
Editor : Ependi

"Merdeka !!!! Ngrokngrokngroook!!!!!!!!" fraksi babi tak kalah senang dengan mencebur ke kolam lumpur sambil saling tunggang.

Pentolan anjing di podium angguk-angguk bangga. Dia rentangkan tangan ke depan dan melambai isyarat ketenangan. Dua binatang dengan puncak kasta tertinggi itu bergeming diam.

BACA JUGA:MAKAM KERAMAT BAH UYUT

BACA JUGA:Penjamah di Tanah Tuah

 "Bagus?? Bagus?? Bagus.., saya lanjutkan yang ke.."

"Tunggu!!!!!!" teriak hewan lain dari pintu masuk.

Fraksi anjing dan babi serentak menoleh.

Bersemat mahkota berlian, emas, dan batu bara raja buaya yang tua masih jaya melenggang di kawal pengikut dan putra-putranya.

Rombongan itu dengan percaya diri masuk mendekati podium. Fraksi anjing yang melihat itu tunduk dan kian menjulurkan lidah bahkan kali ini bertumpah ruahlah ludahnya.

BACA JUGA:Perempuan Penggenggam Pasir

BACA JUGA:Sungai Yang Meminta Kedatangan

Sementara itu fraksi babi haturkan sembah. Dalam senyum licik bercelemotan lumpur kotor itu fraksi babi berlagak suci dengan sembunyikan  label haramnya.

Raja tua buaya naik ke podium untuk perjelas kuasanya.

Serentak keriuhan tepuk tangan menggemakan seisi hutan.

"Haaaaaaadirin" ucap raja tua buaya buka mulut sambil edarkan pandang. Dalam sinar cahaya yang menerangi antar rongga mulutnya tampak jelas raja tua buaya tak memiliki lidah. Hal itu tentu akan membuat ia tak akan puas oleh segala macam rasa. Puncaknya ia akan menjadi binatang yang terus lapar dan telan bulat-bulat tanpa pikir panjang. 

BACA JUGA:Rubik Hati Naras

Kategori :

Terkait

Sabtu 13 Dec 2025 - 18:07 WIB

Lukisan Merah

Sabtu 02 Aug 2025 - 19:16 WIB

Kunang-kunang di Matamu

Sabtu 02 Aug 2025 - 19:05 WIB

The Emerald Code

Sabtu 26 Jul 2025 - 19:56 WIB

Tuangan Teh Terakhir

Sabtu 26 Jul 2025 - 19:49 WIB

DOTI LAMAIKA