RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Nama Kota Banjar berasal dari gabungan dua kata, yaitu "Banjar" yang berarti tempat, dan "Patroman" atau "Pataruman" yang merujuk pada hutan tarum (indigo) yang dahulu banyak tumbuh di wilayah tersebut.
Secara harfiah, Banjar Patroman atau Banjar Pataruman dapat diartikan sebagai "tempat di mana terdapat hutan tarum". Di sisi lain juga kota Banjar memiliki beberapa julukan, dan yang paling dikenal adalah "Gerbangnya Jawa Barat".
Julukan ini diberikan karena letaknya yang strategis di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, tepatnya berbatasan dengan Kabupaten Cilacap.
Posisi ini menjadikan Kota Banjar sebagai pintu gerbang utama di jalur selatan Pulau Jawa. Selain itu, kota ini juga dikenal dengan sebutan "Banjar Patroman" atau "Banjar Pataruman".
Di Kota Banjar, Jawa Barat, Bahasa Sunda merupakan bahasa yang paling dominan digunakan dalam kehidupan kesehariannya.
BACA JUGA:Mengungkap Pesona Gunung Palasari Sumedang : Jejak Kerajaan, Lokasi, hingga Sejarah
BACA JUGA:Gali Potensi Wisata Sejarah, Kecamatan Napal Putih Dorong 3 Desa Ini
Namun, Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai bahasa resmi serta menjadi bahasa pengantar dalam berbagai kegiatan. Dengan demikian, baik Bahasa Sunda maupun Bahasa Indonesia sama-sama umum digunakan di wilayah ini.
Di sisi lain Kota Banjar merupakan wilayah dataran dengan luas mencapai 131,97 km², terletak pada ketinggian antara 20 hingga 500 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan beriklim tropis.
Di samping itu Kota Banjar, yang juga dikenal dengan sebutan Banjar Patroman, memiliki sejarah panjang yang bermula dari wilayah yang dulunya kaya akan tanaman tarum.
Dahulu, Banjar merupakan bagian dari Kabupaten Ciamis dan mengalami beberapa perubahan status, mulai dari ibu kota kecamatan, kemudian menjadi kewedanaan, kota administratif, hingga akhirnya resmi berstatus sebagai kota otonom pada tahun 2003.